Peripatetik berasal dari bahasa Yunani yaitu peripatein, yang berarti berjalan-jalan, berkeliling. metode pengajaran peripatetik telah dilakukan oleh pencetus filsafat peripatetik yaitu Aristoteles, dengan cara mengelilingi murid-muridnya di saat memberikan pelajaran. peripatetik juga biasa disebut dengan istilah masysya’iyyah. Kata ini berasal dari akar kata masya-yamsy-masyyan wa timsya’an, yang berarti melangkahkan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain, cepat atau lambat. tersusun kata al-masysya’un, yaitu para pengikut Aristoteles.
Di tangan para filosof muslim, peripatetik mengalami perluasan objek pembahasan, tidak terbatas hanya pada Aristotelianisme. Peripatetik (masysya’iyyah) merupakan sintesa antara ajaran-ajaran Islam, Aristotelianisme dan Platonisme, baik Alexandrian maupun Athenian, juga ajaran-ajaran Plotinus dengan perpaduan wahyu Islam. peran filsuf muslim adalah memasukan warna Islam kedalamnya sehingga selaras dengan ajaran Islam yang berdasarkan wahyu diturunkan kepada Rasul-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar