Apa yang dibutuhkan untuk sebuah perjalanan? Makanan? Minuman? Bagaimana jika itu habis? Apakah harus berhenti? Atau kembali membeli semua itu dan melanjutkan perjalanan? Tanpa niat, semua itu tidak akan terjadi. Memulai pun juga tidak.
Jadi semua itu dimulai dengan niat? atau itu hanya sebuah kata-kata motivasi yang seringkali disampaikan oleh orang-orang bijak?
Pernahkan anda menaiki bus untuk pergi ke sebuah kota yang jauh? Ketika anda menaiki sebuah bus itu, anda pun pasti hanya duduk atau tertidur pada saat bus itu berjalan menuju tujuan. Ketika anda terbangun, bus itu pun sudah sampai di kota tujuan. Anda percayakan semua itu kepada si Sopir yang mengemudikan bus itu.
Ketika mengemudikan bus, sopir bus itu hanya bisa melihat kedepan dengan jarang kurang lebih satu kilometer. Padahal jarak kota tujuannya beratus-ratus kilometer. Tentu si Sopir tidak bisa melihat kota tujuan itu dengan jarak tersebut. Dan tidak tau apa yang akan terjadi di perjalanan yang sangat jauh itu. Tetapi sang sopir terus berjalan kilometer demi kilometer dengan jarak pandang hanya satu kilometer, dan sampailah di kota tujuan.
Begitupun dengan perjalanan kehidupan. Tujuan anda tentu tidak bisa dilihat. Anda hanya bisa melihat hari ini detik demi detik. Sama seperti sang sopir yang terus berjalan. Bagaimana bisa? Karena sang sopir memiliki niat untuk sampai ke kota tujuan. Anda tidak tau apa yang akan terjadi di hari-hari esok. Yang anda bisa lakukan hanyalah terus berjalan dengan niat dan tekad yang kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar